isrtb
Ayo daftar tanpa dipungut SPP

Mengenal Warna

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Mengenal Warna

Post by zarathustra on Fri Dec 30, 2011 12:12 am

nih thread gw dr forum sebelah
share sedikit ah kali aja ada manfaatnya.
CMIIW.






YANG MAU BACA-BACA JUGA BOLEH
OGUT COPASIN DARI TOKO SEBELAH
warna:


W A R N A
Warna merupakan unsur desain yang pertama paling menarik perhatian
seseorang dalam kondisi apapun. Setiap permukaan benda akan tampak berwarna,
karena benda tersebut menyerap dan memantulkan cahaya secara selektif yang disebut
dengan cahaya visual. Suatu benda akan tampak berwarna apabila suatu peristiwa
eksternal dan internal bersatu dalam suatu pengalaman. Warna sebagai gejala eksternal
adalah jajaran panjang gelombang (λ) cahaya yang berasal dari sumber cahaya atau
berasal dari suatu permukaan yang dapat memantulkan cahaya. Sedangkan warna
sebagai pengalaman internal adalah sejumlah perasaan (sensation) yang diakibatkan
oleh persepsi visual dan penafsiran mental terhadap panjang gelombang cahaya sampai
mata.
Warna sebagai suatu kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap mata. Tiap–
tiap warna dihasilkan dari reaksi cahaya putih yang kena (mengenai) suatu permukaan,
dan permukaan tersebut memantulkan sebagian dari spektrum. Bagian dari spektrum
yang dipantulkan inilah yang disebut sebagai warna dari permukaan yang terkena
cahaya tersebut. Terjadinya warna disebabkan oleh vibrasi cahaya putih. Misalnya
benda warna merah, kelihatan merah karena permukaannya berkapasitas menyerap
semua komponen dari spektrum–spektrum warna kecuali gelombang panjang warna
merah.
Sebenarnya benda tidak memiliki warna tersendiri, cahayalah yang
menimbulkan warna tersebut. Permukaan merah memunculkan warna merah, ini
disebabkan karena ia menyerap semua gelombang panjang kecuali gelombang panjang
merah. Permukaan hitam sama sekali tidak memantulkan cahaya kepadanya, ia
menyerap semua gelombang panjang. Kita bisa melihat permukaan hitam karena ia
kontras dengan sekelilingnya. Permukaan putih memantulkan semua gelombang
panjang, ia adalah intensitas yang maksimum.

A. Lingkaran Warna
Sistem paling sederhana untuk mengetahui hubungan warna–warna adalah
pada susunan warna–warna dasar dalam bentuk lingkaran warna, yang terdiri dari enam
jenis yaitu : merah, kuning, biru, orange, hijau, dan violet.
Warna merah, kuning dan biru merupakan warna pokok atau warna primer.
Warna orange, hijau dan violet, bisa diperoleh dengan mencampur di antaranya ketiga
warna dasar tadi, hasilnya dinamakan warna sekunder. Pencampuran antara warna
primer dengan warna sekunder akan mendapatkan warna tersier, yaitu kuning orange,
orange merah, merah violet, kuning hijau, biru hijau dan biru violet.

B. Penggolongan warna menurut beberapa ahli
1. Byrta Carson, mengelompokkan warna menjadi tiga golongan penting yaitu :
a. Primary Colors disebut yaitu : merah, biru, kuning.
Primary colors disebut juga warna dasar atau warna pertama
b. Secondary Colors yaitu : orange, hijau, dan violet.
Warna ini didapat dari percampuran warna primer dalam jumlah yang sama.
c. Intermediate Colors ialah warna yang terjadi karena percampuraan warna primer
dengan warna sekunder dalam jumlah yang sama dan warnanya berdekatan.

2. Affandi, mengelompokkan warna menjadi lima kelompok :
a. Warna pokok (primer)
b. Warna kedua (sekunder)
c. Warna ketiga (tersier)
d. Warna berhadapan/saling mengisi (komplementer)
e. Warna netral

3. Prang, mengelompokkan warna menjadi lima golongan yaitu :
a. Warna primer
Warna primer terdiri dari merah, biru, kuning. Disebut primer karena warna ini
merupakan unsur dalam penggunaan pigmen. Ketiga warna dalam pigmen ini tidak
dapat diperoleh dari pencampuran warna lain. Berdasarkan pengertian tersebut
warna hitam, putih, emas, dan perak termasuk ke dalam deretan warna pokok.
Namun, karena warna hitam, putih, emas, dan perak tidak menampakkan kroma
tertentu, warna-warna tersebut dianggap bukan warna
b. Warna sekunder
Warna sekunder diperoleh dari percampuran dua warna primer dalam jumlah yang
sama. Warna-warna tersebut adalah :
Jingga (Merah + Kuning), Hijau (Kuning + Biru) dan Ungu (Biru + Merah)
c. Warna antara (intermediate)
Warna antara meliputi Kuning Hijau, Biru Hijau, Biru Ungu, Merah Ungu, Merah
Jingga dan Kuning Jingga. Di antara warna-warna tersebut masih dapat dihasilkan
sejumlah warna lainnya. Warna antara diperoleh dari percampuran warna primer
dengan sekunder yang berdekatan dalam perbandingan yang sama.
d. Warna tersier
Warna tertier diperoleh dari percampuran warna-warna sekunder dalam jumlah
yang sama, yaitu :
Tertier Kuning (Hijau + Jingga), Tertier Biru (Ungu + Hijau)
Dan Tertier Merah (Jingga + Ungu)
e. Warna kuarter
Percampuran dua warna Tertier dalam jumlah yang sama akan menghasilkan warna
Kuarter, warna Kuarter terdiri dari :
• Kuarter Hijau : campuran antara Tertier Biru + Tertier Kuning
• Kuarter Ungu : campuran antara Tertier Biru + Tertier Merah
• Kuarter Jingga : campuran Tertier Merah + Tertier Kuning
Warna-warna dari golongan Kuarter ini pada umumnya bersifat menetralkan,
terutama pada pengkombinasian warna, karena warna ini merupakan campuran dari
berbagai macam warna.

C. Warna panas dan warna dingin
Semua warna masing–masing memiliki temperatur sehingga dapat
menimbulkan sensasi visual (penglihatan) akan perasaan panas dan dingin. Kualifikasi
temperatur warna dapat dilihat pada lingkaran warna. Warna kuning, orange, kuning
orange, orange merah, merah dan merah violet termasuk warna panas. Warna kuning
hijau, hijau, hijau biru,biru, biru violet dan violet termasuk warna dingin.
Warna merah, merah orange dan orange merupakan warna–warna yang paling
panas sedang warna biru, hijau biru dan hijau adalah warna–warna yang paling dingin.
Warna hijau dan warna violet bersifat antara warna panas dengan warna dingin,
karena apabila hijau berubah menjadi hijau kekuningan–kuningan, warna tersebut akan
menjadi warna panas, dan akan menjadi dingin jika berubah menjadi kebiru–biruan,
demikian pula warna violet akan menjadi panas bila berubah menjadi warna violet
kemerah–merahan dan menjadi warna dingin bila berubah menjadi biru violet.
Warna panas memberikan rasa gembira dan menggugah, sedangkan warna
dingin memberikan rasa kalem dan tenang. Warna panas membuat suatu obyek
kelihatan lebih besar, lebih dekat dan memberikan rasa kehangatan. Warna dingin
mempunyai sifat tenggelam sehingga tampak lebih kecil, jauh dan memberi kesan
tentram.

D. Hue, Value dan Intensity
Menurut Prang warna mempunyai tiga sifat yang disebut dengan Dimensi
warna, yaitu Hue, Value, dan Intensitas. Selain dari itu terdapat juga beberapa teori
tentang karakteristik warna yang perlu diketahui, yaitu Warna Asli, Warna-warna yang
Diredupkan, Warna Netral dan Keluarga Warna

1. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna,
seperti merah, biru, dan sebagainya. Berdasarkan hue inilah Prang menggolongkan
warna menjadi lima bagian yaitu warna primer, sekunder, warna antara
(intermediate), warna tersier dan warna kuarter.

2. Value, adalah istilah untuk menunjukkan gelap atau terangnya suatu warna.
Value adalah tingkatan atau urutan kecerahan suatu warna. Nilai tersebut akan
membedakan kualitas tingkatan kecerahan warna, misalnya membedakan warna
merah murni dengan warna merah tua (gelap) atau dengan warna merah muda
(terang). Secara teoritis diagram tingkatan nilai yang biasa digunakan adalah 9
tingkat, mulai dari yang tercerah (putih), melalui deretan abu-abu netral, sampai
kepada yang tergelap (hitam). Denman W. Ross membagi interval nilai ini menjadi
9 langkah dengan jarak tetap dan diberi simbol secara numeric. Putih diberi nomor
1 dan hitam diberi nomor 9. abu-abu netral diberi nomor 2 sampai 8, dengan nomor
5 sebagai yang paling netral.
Bila dimensi kedua ini dimasukkan ke dalam skema lingkaran warna, maka warna
tersebut akan berubah nilai skalanya secara gradual, dengan nilai tertinggi di
puncaknya dan nilai terendah atau tergelap paling bawah. Bila suatu warna
ditambah putih akan menghasilkan warna yang akan terang, sedangkan bila
ditambah hitam akan menghasilkan warna yang lebih gelap. Jadi, setiap wana dapat
diubah nilainya, dengan nilai yang paling netral terletak pada deretan ke 5.

3. Intensitas, ialah dimensi yang menjelaskan cerah atau kusamnya suatu warna atau
suatu karakter yang menyatakan kekuatan atau kelemahan warna, daya pancar
warna dan kemurnian warna. Intensitas adalah kualitas warna yang menyebabkan
warna itu berbicara, berteriak, atau berbisik dalam nada yang lembut. Dua warna
mungkin akan sama namanya, misalnya merah, dan nilainya mungkin sama, tetapi
mungkin akan berbeda dari segi intensitas atau kekuatannya, yang satu mungkin
lebih kuat dari yang lainnya. Warna yang penuh intensitasnya akan sangat menarik
perhatian atau menonjol dan memberikan penampilan yang cemerlang. Warna yang
intensitasnya rendah subtil (halus, lembut)

Warna supaya lebih kelihatan menonjol dapat dilakukan dengan cara :
1. Mendekatkan suatu warna pada warna komplemennya, apabila dua warna
komplemen berdekatan, keduanya akan saling menonjol oleh karena itu salah satu
di antaranya harus diredupkan.
2. Mengkobinasikan suatu warna dengan hitam atau putih, keduanya dapat
menonjolkan warna lain.
3. Pengulangan sejumlah besar hue yang sama yang ada didekatkan dengan intensistas
yang lemah. Misalnya warna merah cerah dikelilingi merah yang diredupkan.

Pengurangan intensitas warna dilakukan dengan cara :
1. Mengkombinasikan sejumlah warna yanag terang dengan warna yang redup dari
hue yang sama. Misalnya warna kuning terang dikombinasikan dengan warna
kusam maka akan tampak lebih redup.
2. Mengkombinasikan warna terang dengan warna yang sangat redup dari hue yang
sedikit berbeda.

E. Kombinasi warna
Setiap warna akan indah dipandang jika digunakan sesuai dengan tujuan, dan
akan bertambah keindahannya jika dikombinasikan dengan warna yang cocok. Prinsipprinsip
desain berlaku pula dalam penggunaan warna.
Prinsip keseimbangan yang terkenal dengan “law of area” menyatakan bahwa
suatu area warna yang luas, efeknya harus tenang, dan sebaliknya jumlah yang kecil
diperlihatkan dalam warna yang kontras dan kuat. Mendapatkan keserasian dan
keselarasan dalam mengombinasikan warna dapat dilakukan dengan jalan meletakkan
dua warna atau lebih secara berjejer atau bersebelahan, sehingga mendapat perpaduan
warna yang selaras dan terlihat menarik.
Persoalan warna merupakan masalah perasaan. Karenannya, kemampuan untuk
memadukan atau mengombinasikan warna bisa dikuasai latihan memadukan suatu
warna dengan warna lain secara berganti-ganti, disesuaikan dengan pengetahuan teori,
sehingga kepekaan perasaan dapat meningkat.

Kombinasi warna dapat dikelompokkan menjadi :
1. Kombinasi Nuans
Kombinasi nuans adalah kombinasi warna dengan cara memadukan dua warna
atau lebih yang mempunyai perbedaan sedikit kroma. Kombinasi kroma selalu menarik,
berkesan selaras dan lembut.
Contoh : Ungu tua dengan tint ungu.
2. Kombinasi Harmonis
Kombinasi harmonis adalah kombinasi warna dengan cara memadukan warnawarna
pokok dengan warna sekunder yang mengandung warna pokok tersebut.
Kombinasi harmonis dapat menghasilkan paduan warna lebih menarik, misalnya
dengan variasi tint atau shade, kesannya akan terasa lebih luwes.
Contoh : Hijau kebiruan, Orange kemerahan, Kuning orange, Ungu Kebiruan, Biru
Kemerahan, Kuning Kehijauan.
3. Kombinasi Komplementer
Kombinasi komplementer didapat dari panduan warna-warna dari dua corak
warna yang saling berhadapan dalam lingkaran warna. Kombinasi komplementer
menghasilkan perpaduan warna ssangat menarik yang berkesan merangsang, untuk
mendapatkan kesan yang lebih baik, di antaranya salah satu bagian memberikan
tekanan terhadap bagian tertentu. Contoh : Warna kuning dengan ungu, Warna merah
dengan hijau, warna biru dengan orange
4. Kombinasi Kontras
Kombinasi kontasr adalah perpaduan dua corak warna yang didapat dari warna
yang mempunyai sifat lain.
Contoh : Warna Kuning dengan merah, Warna kuning dengan biru, Warna merah
dengan biru
5. Kombinasi Polikromatis
Kombinasi Polikromatis adalah kombinasi dari beberapa warna yang mempunyai
tingkatan nilai gelap dan terang. Contoh : Warna merah, merah muda, dan merah lebih
muda, Warna hijau, hijau muda, dan hijau lebih muda, Warna cokelat, cokelat muda,
dan cokelat lebih muda
6. Kombinasi Netral
Kombinasi Netral adalah memadukan suatu warna pilihan dengan warna netral.
Warna apapun jika dikombinasikan dengan warna netral, akan tampak selaras, dan
menarik. Alasan inilah yang menyebabkan aksesori busana umumnya berwarna netral,
seperti hitam, putih, abu-abu, emas, perak, dan cokelat.
Contoh : Kombinasi Netral

Skema Warna
Skema warna hanya merupakan pedoman untuk memperoleh susunan warna
yang selaras dan menarik. Jika pedoman tersebut diterapkan, akan sangat membantu
dan memudahkan mencari kombinasi dengan kesan seperti yang direncanakan.
1. Skema Warna Monokromatik
Skema Monokromatik menggunakan perpaduan warna-warna yang sama, tetapi
berbeda kemurniannya sehingga jika dilihat sepintas akan tampak sama, padahal
kecemerlangannya berbeda. Contohnya, beberapa warna merah yang sama, tetapi yang
satu cemerlang, yang lainnya redup, dan seterusnya.
Contoh : Merah Cemerlang dan merah Kusam, Jingga redup dengan jingga cemerlang
2. Skema Warna Analogus
Skema warna analogus merupakan perpaduan warna-warna yang bersebelahan
letaknya dalam lingkaran warna.
Contoh : Hijau dengan hijau kekuningan dan hijau kebiruan , Ungu dengan ungu
kemerahan dan ungu kebiruan, Merah dengan merah kejinggaan dan merah keunguan
3. Skema Warna Triadik
Skema Warna Triadik merupakan warna-warna yang terletak pada titik sudut segitiga
sama sisi dalam lingakarn warna. Contoh : Merah dengan hijau dan Orange, Hijau
dengan ungu dan orange, Biru dengan kuning dan merah
4. Skema Warna Split-Komplementer
Skema Warna Split-Komplementer menggunakan kombinasi warna-warna yang
saling bersebrangan letaknya dalam lingkaran warna.
Contoh : Merah dengan hijau, Kuning kehijauan dengan ungu kemerahan
5. Skema Warna Komplementer
Skema Warna Komplementer merupakan kombinasi warna-warna yang terletak
pada semua titik yang membentuk huruf Y pada lingkaran warna. Contoh : Biru dengan
orange kekuningan dan orange kemerahan, Kuning dengan ungu kemerahan dan ungu
kebiruan, Orange dengan biru keunguan dan biru kehijauan
6. Skema Warna Polikromatik
Skema Warna Polikromatik adalah perlawanan atau perpaduan warna yang
didapat darirangkaian 4 warna dalam lingkaran warna, yang terjadi dari 2 warna
komplemen yang berhadap-hadapan. Contoh : warna merah lawan hijau dengan kuning
jingga lawan warna biru violet, biru lawan jingga dengan hijau muda lawan violet,
kuning lawan violet dengan merah muda lawan hijau muda
Pengaruh warna terhadap manusia
Secara mendasar setiap warna memberikan efek psikologis tertentu bagi
manusia secara mental dan emosional. Pandangan segi psikologis terhadap warna
diantaranya adalah orang yang Extrovert lebih banyak terpengaruhi oleh warna
daripada bentuk. Iapun cenderung memilih warna-warna yang panas, terang, cerah,
ceria, dan cemerlang. Sebaliknya orang yang Introvert lebih terpengaruh oleh bentuk
daripada warna, dan golongan warna yang digandrunginya adalah warna-wrana dingin
dan nada-nada yang kelam. Pengaruh warna pada manusia antara lain pada :
1. Perasaan. Warna muda memberikan perasaan tenang, sunyi, lembut, dan ringan
2. Daya tarik seseorang. Warna panas dan menyala lebih menarik dari pada warna
dingin
3. Besar kecilnya ukuran. warna tua menyala, lebih memberi kesan mempersempit
atau memperkecil ruang, sedangkan warna muda memberi kesan lain.
4. Jarak. Warna tua menyala memberikan perasaan dekat.

Sifat Warna
Teori warna menyatakan bahwa warna mempunyai sifat dan watak yang sering
diasosiasikan dengan suasana, waktu, dan kesempatan. Jadi, tiap warna mempunyai
sifat-sifat tersendiri yang menunjukkan ciri khasnya.
1. Warna Merah
Warna merah mempunyai sifat sebagai pelambang kegembiraan dan
keberanian. Warna merah mempunyai nilai dan kekuatan warna paling kuat, hingga
dapat memberikan daya tarik kuat yang banyak disenangi oleh anak-anak dan wanita
2. Warna Hitam
Warna hitam adalah lambang kenikmatan dan kedudukan, tepat sekali
dipergunakan untuk pakaian jamuan resmi dalam peristiwa-peristiwa penting, seperti
wisuda sarjana dan melawat jenazah.
3. Warna Kuning
Warna Kuning adalah warna paling bercahaya dan menarik minat seseorang.
Warna kuning merupakan lambang keagungan dan kehidupan, mempunyai sifat
kesaktian, kecemburuan, dan keributan.
4. Warna Putih
Warna putih mempunyai sifat bercahaya, sering diasosiasikan dengan hal-hal
yang bersifat kesucian dan kebersihan. Warna ini digunakan untuk pakaian dokter, juru
rawat, dan anak sekolah.
5. Warna Biru
Warna biru mempunyai sifat dingin, pasif, dan tenang. Warna ini diasosiasikan
sebagai lambing ketenangan, pengorbanan dan harapan, disenangi oleh seseorang yang
berjiwa dewasa dan mantap
6. Warna Hijau
Warna hijau mempunyai sifat pasif, disenangi seseorang yang mempunyai sifat
santai dalam keseharian hidupnya.
7. Warna Violet
Warna violet mempunyai sifat dingin yang mengesankan, sering disaosiasikan
dengan kesedihan, ketabahan, dan keadilan.
8. Warna Abu-abu
Warna abu-abu bisa digunakan sebagai latar belakang yang baik untuk segala
warna. Warna ini diasosiasikan sebagai lambing ketenangan dan kerendahan hati.
9. Warna Lembut
Warna lembut yang dimaksud di sini adalah warnamerah muda, biru muda,
hijau muda. Warna lembut mempunyai sifat cenderung menunjukkan sifat kewanitaan
yang mendalam.
10. Warna Pastel
Warna yang termasuk pastel adalah warna-warna krem, cokelat muda, putih
susu, hijau kaki, dan kuning gading. Warna pastel mempunyai sifat cenderung
menunjukkan sifat kejantanan yang lembut atau mendalam.


ayo bantu update
cheers cheers cheers

avatar
zarathustra

Jumlah posting : 19
thanks : 40
Join date : 27.12.11
Lokasi : antah brantah

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mengenal Warna

Post by zarathustra on Fri Dec 30, 2011 12:15 am

update lagi

RGB ( Red, Green and Blue)



Warna RGB adalah model warna additive yang bertujuan sebagai penginderaan dan presentasi gambar dalam tampilan visual pada peralatan elektronik seperti komputer, televisi dan fotografi. Warna RGB difungsikan untuk tampilan di monitor komputer karena warna latar belakang komputer adalah hitam. Jadi, R = Red (merah) G= Green (hijau) dan B = Blue (biru) sebagai warna dasar difungsikan untuk berbagi intensitas cahaya untuk mencerahkan warna latar belakang yang gelap (hitam).
untuk menghasilkan warna putih harus mencampurkan semua warna 100%, dan warna hitam didapat dengan mencampur semua warna 0%. Karena sifatnya tersebut, Ilustrasi gampangnya ya kalo pengen warna putih (terang) hidupin semua lampu, kalo warna hitam (gelap) matikan semua lampu.
dalam dunia disain seorang desainer bisa mengubah warna ke dalam kode-kode angka sehingga warna tersebut akan tampil universal.
Dasar warna ini menjadi standar pasti dalam konteks profesional, seorang desainer tidak bisa mengatakan sebuah warna berdasar pertimbangan subektif,

Contoh : biru muda menurut orang awam adalah birunya langit di siang yang cerah, hal ini bisa jadi berbeda bagi orang lain dengan pertimbangan yang lain pula.

Untuk menyamakan persepsi dalam definisi warna, perlu adanya standar internasional dalam konteks kerja profesional. Dengan standar RGB, seorang desainer dapat mengatakan warna dengan komposisi angka yang jelas, warna biru memiliki komposisi perpaduan antara unsur Red,Green, Blue dengan derajat angka untuk R : 115 – G : 221 – B : 240.

Secara sederhana, RGB itu adalah mode pencampuran warna. DENGAN MENGGUNAKAN Red-Green-Blue yang merupakan 3 warna utama yang digunakan untuk membuat warna-warna turunan dari ketiga kombinasinya.

CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black)
CMYK merupakan kebalikan dari RGB, disebut warna subtractive Yang artinya kalo pengen warna putih, pencampuran warnanya 0% sebaliknya kalo pengen warna hitam ya pencampuran warnanya 100%. warna CMYK digunakan pada barang-barang cetak misal printer, mesin ofset dsb.
Seperti halnya RGB, CMYK menggunakan standardisasi warna dalam koordinat. Rangenya antara 0 - 100 sehingga kehadiran unsur K sangat menentukan. Berapapun koordinat CMY-nya, selama K-nya 100 maka warna tersebut akan jadi warna hitam.

CMYK merupakan standar warna berbasis pigment-based, menyesuaikan diri dengan standar industri printing. Sampai saat ini dunia cetak-mencetak memakai 4 warna dasar dalam membuat warna apapun.

APLIKASI

Sebagai perbandingan biasanya Penggunaan perangkat lunak pengolah gambar ditujukan untuk dua kepentigan utama, untuk tampilan web dan kepentingan cetak . Keduanya saling bertolak belakang, untuk cetak, ukuran besar dan kualitas terbaik adalah yang paling dominan. Sementara, hal paling utama dalam membuat grafis untuk web adalah menciptakan file sekecil mungkin.

Web gambar cukup membutuhkan gambar RGB dengan resolusi 72 dpi, sedangkan untuk kebutuhan cetak memakai tipe (CMYK) dengan resolusi 300 dpi.

KEKELIRUAN
Sering kali beberapa karya desain yang akan naik cetak masih dalam format RGB, dan ketika dikonversi menjadi CMYK, warna biasanya akan berubah menjadi lebih redup dan tidak secerah warna yang tampil pada model RGB. Solusi dari masalah ini adalah, desainer harus memastikan dulu desainnya tampil dengan warna yang diinginkan dalam format warna CMYK, karena yang akan keluar dari mesin cetak adalah warna dengan model CMYK. oleh karena itu jangan lupa mengganti format file yang kita akan gunakan untuk proses mencetak dari RGB menjadi CMYK.

Berikut beberapa cara konversi model warna dari RGB ke CMYK di beberapa software desain grafis :

Adobe Photoshop
Pada menu bar pilih: Image > Mode > CMYK

Adobe Illustrator
Pada menu bar pilih: File > Document color mode > CMYK color

CorelDRAW
Pilih masing-masing objek yang akan dikonversi. Pilih Fill tool dan klik Fill Color Dialog. Pastikan model warna adalah CMYK. Untuk setiap objek dengan garis/outline : Pilih Outline tool dan klik Outline Color Dialog. Pastikan model warna adalah CMYK.

Microsoft Publisher 2003-2007
Pilih Tools > Commercial Printing Tools > Color Printing, pilih Process Colors (CMYK)

Adobe Indesign
Pilih Window > Swatches dan Window > Color. klik ganda color di Swatches dan ganti color mode ke CMYK dan color type ke Process.

(INFO DARI BERBAGAI MACAN SUMBER.)


_________________
cheers MARI BERKARYA cheers
avatar
zarathustra

Jumlah posting : 19
thanks : 40
Join date : 27.12.11
Lokasi : antah brantah

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik