isrtb
Ayo daftar tanpa dipungut SPP

kita bahas masalah kreativitas nyok....

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

kita bahas masalah kreativitas nyok....

Post by zarathustra on Thu Jan 05, 2012 3:49 am

seni erat sekali hubungannya dengan kreativitas
di tread ini kita saling sharing masalah kreatifitas nyok....

sedikit buat pembukaan nih

Creative & Inovative for better life
maximize your brain! oleh Charly Buchari

Sistem pendidikan kita, dan masyarakat modern pada umumnya, bersikap tidak adil terhadap separuh bagian otak. Dalam sistem pendidikan kita saat ini, perhatian yang diberikan kepada belahan otak kanan sangat minimal dibandingkan dengan pelatihan yang berlimpah terhadap belahan otak kiri.

Left Brain(Logical, Judging, Evaluating)
Right brain(Creative, Idea-generating)


Pada awal era 1970-an, Dr. Roger Sperry, seorang penerima Nobel untuk bidang fisiologi dan kedokteran, merintis riset yang melahirkan gagasan populer tetnang pemikiran otak kiri dan otak kanan. Beliau dan koleganya menyimpulkan bahwa kedua belahan otak cenderung mengkhususkan diri pada pemikiran tertentu. Otak kiri bertanggung jawab terutama untuk memproses hal-hal yang berkait dengan logika, bahasa, perincian, pola pikir matematis dan analisis, sedangkan otak kanan memproses hal-hal yang terkait dengan ritme, warna, hubungan spasial, imajinasi, dan sintesis.Dengan sistem pendidikan yang lebih menekankan pada kegiatan otak kiri maka kreativitas dan inovasi terkubur dengan sendirinya. Sehingga di dunia kerjapun, keteraturan dan efisiensi sering kali mendapat penghargaan dengan mengorbankan imajinasi dan kreatifitas. Akibatnya kita mungkin menyikapi tugas pekerjaan sehari-hari dengan lebih berdasarkan bias otak kiri tanpa adanya daya kreatififitas untuk membuat inovasi dalam tugas pekerjaan tersebut.Tidak pernah ada kata terlambat, inovasi dan kreatifitas merupakan hal-hal yang tidak tabu untuk dilakukan, pembebasan dan implementasi pemikiran inovatif dan kreatif akan lebih membuat sehat pribadi personal secara psikologis dan memberikan manfaat jangka panjang bagi institusi dimana kita bekerja.Selamat berinovasi dan berkreatifitas!

sumber: 1. J. Gelb, Michael: Present Ourself! 2. Alfaro-LeFevre: Critical Thinking and Clinical Judgment: A Pratical Approach

_________________
cheers MARI BERKARYA cheers
avatar
zarathustra

Jumlah posting : 19
thanks : 40
Join date : 27.12.11
Lokasi : antah brantah

Kembali Ke Atas Go down

Re: kita bahas masalah kreativitas nyok....

Post by zarathustra on Thu Jan 05, 2012 3:53 am

tambah lagi......

Mengenal Aral Kreativitas

Kreatifitas adalah jantung dari inovasi. Tanpa kreatifitas tidak akan
ada inovasi. Sebaliknya, semakin tinggi kreatifitas, jalan ke arah
inovasi semakin lebar pula. Sayangnya, banyak pendapat keliru tentang
kreatifitas. Misalnya, kreatifitas itu hanya dimiliki segelintir orang
berbakat. Lebih salah kaprah lagi, kreatifitas itu pembawaan sejak
lahir. John Kao, pengarang buku Jamming: The Art and Discipline in
Bussiness Creativity, (1996), membantah pendapat ini. "Kita semua
memiliki kemampuan kreatif yang mengagumkan. Dan benar kreatifitas bisa
diajarkan dan dipelajari," kata Kao.

Kreatifitas selalu dimiliki orang berkemampuan akademik dan kecerdasan
yang tinggi. Ini juga pendapat keliru. Berbagai penelitian membuktikan,
sekalipun kreatifitas bisa dirangsang dan ditingkatkan dengan latihan,
namun tidak berarti orang cerdas dan berkemampuan akademik tinggi
otomatis bisa kreatif. Lagi pula, untuk jadi kreatif ternyata tidak
cukup berbekal skill dan kemampuan kreatif belaka. John G. Young,
pengarang buku berjudul Will and Won't: Autonomy and Creativity Blocks
(2002), berkesimpulan bahwa kreatifitas juga membutuhkan kemauan atau
motivasi. Mengapa?
"Sebab memiliki ketrampilan, bakat, dan kemampuan kreatif tidak otomatis
membuat seseorang melakukan aktivitas yang menghasilkan output kreatif.
Ia bisa memilih tidak melakukan aktivitas kreatif. Jadi faktor dorongan
atau motivasi sangat penting di sini," tegas Young.
Pendapat-pendapat di atas diperkuat oleh Madhukar Shukla, pengarang buku
The Creative Muse: Story of Creativity and Innovation. Ia menyatakan,
"Beda antara orang kreatif dan yang tidak hanyalah pada kemampuan orang
kreatif dalam menghalau aral (penghalang) kemampuan kreatifitas."
Paparan-paparan para pakar di atas makin menegaskan bahwa semua orang
memiliki karunia yang menakjubkan dalam hal kreatifitas. Namun,
sekalipun semua orang berpotensi dan punya bakat kreatif, ada penghalang
tertentu yang menyebabkan adanya kecenderungan orang yang satu bisa
lebih kreatif daripada yang lain. Ini menghantarkan kita pada
pertanyaan; bagaimana cara menghilangkan aral atau penghalang-penghalang
kreatifitas tersebut?
Tentu saja langkah awalnya adalah dengan mengenali anatomi aral
kreatifitas. Ringkasnya, aral kreatifitas (creativity block) adalah
kondisi internal maupun eksternal (lingkungan) yang menghalangi proses
kreatif. Aral internal berasal dari dalam diri individu sendiri dan bisa
berbentuk pola pikir, paradigma, keyakinan, ketakutan, motivasi, dan
kebiasaan.
Ada kalanya seseorang mempunyai bakat-bakat kreatif dan tertantang untuk
mengembangkannya. Sayang, lingkungan sekitar bukannya mendukung dan
mewadahi, namun malah menghalanginya. Kondisi lingkungan yang menghambat
kreatifitas dan ini bisa berupa aral sosial, organisasi, dan
kepemimpinan. Secara singkat, pembahasan kedua jenis aral kreatifitas
tersebut adalah sbb:
*Aral pola pikir*
Dalam konteks kreatifitas, dikenal dua pola berpikir. Pertama adalah
pola pikir produktif yang artinya jika dihadapkan pada suatu masalah,
seseorang akan berusaha menemukan cara berpikir berbeda, cara pandang
baru (sekalipun tidak selalu orisinil), sikap dan perilaku berbeda,
merespon dengan cara-cara non konvensional, bahkan unik. Pola semacam
inilah yang membuka jalan dan selalu merangsang kreatifitas seseorang.
Kedua, adalah pola pikir reproduktif yang artinya jika dihadapkan pada
masalah, seseorang akan cenderung merespon dengan cara yang sama,
mengulang pola pikir atau cara pemecahan lama yang sudah terbukti
berhasil. Itu sebabnya pola pikir reproduktif menjadi salah satu
penyebab utama kekakuan berpikir, dan dengan demikian menjadi aral
kreatifitas.

Seringkali, pola pikir reproduktif berlangsung secara mekanikal atau
nyaris otomatis. Dan ini terkondisikan oleh hasil pendidikan model
skolastik atau lingkungan yang menuntut cara-cara berpikir praktis dan
sangat terstruktur. Sampai pada saat kita mentok dalam upaya pencarian
variasi solusi, di titik itulah baru kita sadari keterbatasan pola pikir
reproduktif.


Aral paradigma
Tak beda jauh dengan aral pola pikir adalah aral paradigma. Sebagai cara
mempersepsi, memahami, dan menafsirkan dunia sekelilingnya, atau alat
untuk melahirkan gambaran batin, paradigma seseorang sangat mempengaruhi
kreatifitas. Seorang dengan paradigma anti konflik umumnya kurang
menyukai perubahan, atau bahkan membenci perubahan yang lebih dianggap
sebagai ancaman terhadap kemapanan daripada dipersepsi sebagai peluang
perbaikan. Padahal, kreatifitas seringkali merupakan aktivitas yang
melampaui kemapanan. Kreatifitas dapat terlahir atau terstimulasi
melalui benturan, persinggungan, percampuran, dan penyatuan berbagai
unsur yang berbeda atau bahkan saling bertentangan.

Aral keyakinan
Turunan dari paradigmaadalah keyakinan yang bisa menjadi pendorong atau
justru menjadi faktor penghambat kreatifitas. Kreatifitas sering
memunculkan output baru yang berlawanan atau bahkan mengalahkan hal
lampau, mengalahkan senioritas, mengalahkan pengalaman, atau mengalahkan
hirarki. Dalam hal keyakinan yang dianut menabukan inisiatif,
mengharuskan penghormatan pada senioritas, hirarki, atau pengalaman
misalnya, maka manifestasi kreatifitas umumnya relatif terhambat. Nah,
sampai batas mana individu bisa mengelola aral ini, sampai pada batas
itulah ia bisa menyediakan ruang kreatifitas bagi dirinya sendiri.


Aral ketakutan
Barangkali aral kreatifitas yang paling mudah dikenali adalah rasa
takut. Aral ini bisa berupa takut diabaikan, takut dicemooh, takut
dievaluasi, takut dihakimi, takut dianggap bodoh, takut pada
ketidaksempurnaan, takut mencoba, takut ambil risiko, takut ide tidak
berjalan seperti yang diharapkan, takut gagal, dll. Salah satu sebab
mengapa banyak rapat-rapat kurang maksimal atau kurang kreatif adalah
karena masih kuatnya aral ketakutan yang membelenggu para pesertanya.
Pendek kata, kebanyakan rasa takut membuat seseorang cenderung enggan
mewujudkan potensi dan mengembangkan kreatifitasnya.

Aral motivasional
Motif sangat mempengaruhi sikap, perilaku, keinginan, atau
tindakan-tindakan sengaja lainnya. Tanpa motivasi orang cenderung tidak
terdorong dan tidak tergerak untuk meraih sesuatu yang diinginkannya.
Padahal kreatifitas sering menuntut satu rangkaian persiapan, pemikiran,
pendefinisian persoalan, dan pemecahannya. Semuanya membutuhkan --dalam
derajat tertentu-- usaha dan kerja keras. Bila motivasi rendah, orang
cenderung kurang menyukai kerja keras, kurang tekun, dan enggan
memanfaatkan kemampuan kreatifnya untuk memecahkan tantangan.

Aral kebiasaan
Sebagai perpaduan antara pengetahuan, ketrampilan, dan keinginan, maka
kebiasaan pun jelas berpengaruh pada kreatifitas. Orang-orang kreatif
umumnya memiliki kebiasaan- kebiasaan yang menstimulasi kreatifitas.
Sementara orang- orang yang kurang kreatif juga memiliki
kebiasaan-kebiasaan tertentu, yang sayangnya bisa meredam kreatifitas.
Misalnya; suka menghindari masalah (bukannya mencari solusi), malas
berpikir, menghindari tantangan, menghindari tanggung jawab, menghakimi
ide-ide baru, berpuas diri, menghindari hal-hal imajinatif, dll.
Dihadapkan pada kebiasaan-kebiasaan maka tantangan kreatifitas tidak ada
artinya.


Aral sosial
Kreatifitas kadang bukan semata aktivitas individual sehingga langsung
atau tidak juga dipengaruhi aspek sosial. Situasi sosial tertentu cukup
apresiasif dan menghargai kreatifitas dengan layak sehingga bisa lebih
memotivasi indvidu-individu untuk produktif dan kreatif. Sementara
situasi sosial lainnya relatif kurang apresiasif atau bahkan mengekang.
Pendidikan tradisional misalnya, sering dianggap sebagai salah satu
produk sosial yang kurang memberi tempat bagi kreatifitas.

Aral organisasi
Kini organisasi bisnis menempatkan kreatifitas sebagai motor sekaligus
bahan bakar inovasi. Sekalipun peran kreatifitas diakui besar, namun
banyak organisasi gagal menyediakan lingkungan atau iklim yang kondusif
bagi kreatifitas. Organisasi yang konservatif biasanya kurang merangsang
kreatifitas. Sebut pula batasan-batasan seperti hirarki, aturan yang
tidak fleksibel, ketiadaan wadah bagi ekspresi kreatif, egoisme antar
departemen, buruknya komunikasi, atau situasi organisasi yang sangat
terpolitisasi. Potensi kreatif individu sering tidak maksimal dalam
iklim seperti ini.

Aral kepemimpinan
Dalam kehidupan sosial dan organisasional, faktor gaya kepemimpinan juga
berpengaruh secara signifikan terhadap proses kreatifitas. Jika pemimpin
organisasi kurang memberi ruang kebebasan, kurang bisa momotivasi, tidak
mampu memberi tantangan, tidak mampu mengelola hasrat kreatif, kurang
memberi penghargaan, tidak memberi kepercayaan, tidak mendukung, dan
tidak mampu menciptakan lingkungan yang kondusif, maka kreatifitas
individu-individu dalam organisasi jelas akan terhambat. Seberapa
kreatif individu- individu dalam tim, namun jika tidak didukung oleh
kemampuan manajemen kreatif pemimpinnya, hasilnya juga kurang
menggembirakan.


Sumber: Mengenali Aral Kreatifitas oleh Edy Zaqeus
www.car.co.id http://www.car.co.id/

_________________
cheers MARI BERKARYA cheers
avatar
zarathustra

Jumlah posting : 19
thanks : 40
Join date : 27.12.11
Lokasi : antah brantah

Kembali Ke Atas Go down

Re: kita bahas masalah kreativitas nyok....

Post by zarathustra on Thu Jan 05, 2012 3:56 am


Menjadi Orang yang Kreatif

"Being creative is seeing the same things as everybody else but thinking
of something different"


Pada masa sekarang ini, tempat-tempat bekerja senantiasa menuntut
karyawannya atau pekerjanya untuk dapat memunculkan inovasi. Inovasi
atau ide-ide baru yang berguna meningkatkan kualitas pekerjaan. Mau
tidak mau seorang pekerja akhirnya dituntut untuk memiliki kreatifitas.
Akar dari inovasi adalah kreatifitas. Lebih lanjut juga dikatakan bahwa
bila kita terjun ke dunia bisnis, maka kita juga bergulat dengan
kreatifitas. Bisnis adalah kegiatan kreatifitas.

Robert Epstein, Ph.D, seorang psikolog mengatakan bahwa sebetulnya
setiap manusia memiliki kemampuan kreatifitas. Dengan demikian tidak ada
alasan kita mengatakan "Saya bukan orang yang kreatif", yang ada
hanyalah belum mengasah potensi kreatifitas yang dimilikinya. Semakin
sering kita mengikuti pelatihan yang mengasah kreatifitas, semakin baik
potensi kreatifitas yang dimiliki.

Salah satu ciri dari orang yang kreatif adalah bahwa ia mampu
memunculkan beragam alternatif dari permasalahan yang dihadapinya. Pada
umumnya orang dewasa mampu memikirkan 3-6 alternatif pada setiap situasi
yang membutuhkan pemecahan masalah. Sedangkan anak-anak mampu memikirkan
sekitar 60 alternatif.

Apa Itu Kreatifitas ?
Sebenarnya belum ada kesepakatan bersama mengenai definisi kreatifitas
yang baku. Tetapi setidaknya kreatifitas dapat diartikan sebagai
kemampuan untuk menempatkan sejumlah objek-objek yang ada dan
mengkombinasikannya menjadi bentuk yang berbeda untuk tujuan-tujuan yang
baru.

Kreatifitas meliputi 3 hal :
1. Kreatifitas merupakan Kemampuan (Ability)
Yaitu suatu kemampuan untuk membayangkan atau menemukan suatu hal yang baru

2. Kreatifitas merupakan Sikap (Attitude)
Yaitu kemampuan untuk menerima perubahan dan sesuatu yang baru

3. Kreatifitas merupakan sebuah Proses (Process)
Orang yang kreatif merupakan orang yang terus-menerus membuat perubahan
dan perbaikan secara bertahap pada pekerjaan mereka.

Keuntungan yang Diperoleh Dari Menjadi Orang yang Kreatif
1. Dapat mengembangkan potensi kita diluar batasan inteligensi
2. Adanya pertumbuhan kompetisi yang cepat dalam bisnis dan industri
3. Penggunaan sumber daya manusia yang efektif
4. Menemukan cara yang baru dan lebih baik untuk memecahkan masalah
5. Perkembangan masyarakat
6. Dapat meningkatkan pengetahuan
7. Merupakan aspek penting dari kesehatan mental
8. Mempengaruhi kepemimpinan yang efektif
9. Meningkatkan proses belajar

Mitos yang Menghambat Diri Menjadi Orang yang Kreatif
1. Orang yang kreatif hanyalah orang-orang yang memang tipe kreatif
Pada kenyataannya, hampir semua penelitian menyatakan bahwa orang yang
memiliki tingkat kecerdasan intelektual yang rata-rata mampu untuk
melakukan pekerjaan dengan tingkat kreatifitas tertentu.
2. Uang adalah pendorong munculnya kreatifitas
Seringkali orang beranggapan kreatifitas muncul bila ada uang atau
ketersediaan dana. Penelitian tentang kreatifitas menunjukkan bahwa uang
bukanlah segalanya. Orang-orang yang kreatif mengatakan bahwa
kreatifitas mereka bukan berdasarkan uang yang diberikan. Justru
orang-orang yang banyak memikirkan tentang bonus uang yang akan mereka
terima malah memberikan sedikit waktu untuk dapat berkreatifitas.
3. Kreatifitas muncul karena adanya tekanan 'deadline'
Penelitian mengatakan bahwa ketika orang bekerja di bawah tekanan, maka
kreatifitas akan terpendam tidak hanya pada hari itu tetapi juga 2 hari
sesudahnya. Tekanan waktu justru menghambat kreatifitas karena orang
tidak dapat berkonsentrasi dengan masalah yang dihadapinya. Kreatifitas
membutuhkan masa inkubasi yaitu waktu untuk orang dapat menganalisa
msalah yang ada dan membiarkan ide-idenya muncul.
4. Kompetisi memunculkan kreatifitas
Dalam dunia finance dan industri high tech, ada keyakinan yang
mengatakan bahwa kompetisi memunculkan inovasi. Pada kenyataannya survey
mengatakan bahwa tim yang kreatif adalah tim yang merasa nyaman untuk
membagikan ide-idenya dan mendiskusikan ide-idenya tersebut. Ketika
orang berkompetisi untuk mendapatkan pengakuan, mereka akan berhenti
untuk saling bertukar inforamsi sehingga tidak dapat berkolaborasi dan
akhirnya tidak memunculkan kreatifitas.


Sikap yang Dapat Meningkatkan Kreatifitas
1. Berani mengambil resiko. Scott Adams (The Dilbert Principle)
mengatakan bahwa, "Creativity is allowing oneself to make a mistake".
2. Mempercayai gagasan diri sendiri. Meyakini bahwa kita mampu untuk
mengadakan perubahan. Jauhkan dari rasa iri hati terhadap kemajuan orang
lain.
3. Secara aktif terlibat dalam pengembangan gagasan yang muncul. Miliki
keinginan untuk berbagi informasi atau gagasan dengan orang lain.
4. Antusias
5. Bebas
6. Tidak cepat puas
7. Meyakini bahwa ide yang aneh sekalipun bukanlah ide yang jelek.
Fokuskan diri pada berkreasi, jangan dikacaukan dengan bagaimana
melakukan kreasi tersebut. Jabarkan dulu semua ide-ide yang Anda miliki.
8. Berkolaborasilah. Jangan ragu untuk meminta bantuan atau dukungan
orang lain terhadap ide atau proyek yang sedang Anda kerjakan.


Kreatifitas biasa terjadi karena kita mencoba sesuatu dengan sengaja.
Dari sengaja kita mampu untuk mengerjakannya dan akhirnya terbiasa. Jadi
kreatifitas dapat muncul karena kita terbiasa untuk berkreasi. Pada
akhirnya biasakanlah diri sendiri untuk memiliki sikap-sikap seperti
yang diuraikan di atas.

Selamat mencoba !!

http://harkatchrist.tk
[i]

_________________
cheers MARI BERKARYA cheers
avatar
zarathustra

Jumlah posting : 19
thanks : 40
Join date : 27.12.11
Lokasi : antah brantah

Kembali Ke Atas Go down

Re: kita bahas masalah kreativitas nyok....

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik